Kakek Viral 78 tahun di Subang menikahi gadis 17 tahun, memberikan mahar 11 gram emas dan Rp. 10 juta

0
146
Kakek Viral 78 tahun di Subang menikahi gadis 17 tahun, memberikan mahar 11 gram emas dan Rp. 10 juta
Kakek Viral 78 tahun di Subang menikahi gadis 17 tahun, memberikan mahar 11 gram emas dan Rp. 10 juta

Viral pernikahan seorang kakek bernama Abah Sarna (78) dengan Noni Novita Handayani (17) di wilayah Kabupaten Subang. Cek Disini – > Jitu100

Perbedaan usia yang cukup jauh ini sontak membuat heboh media sosial.

Diketahui keduanya bermukim di Desa Cicondong, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden Barat, Subang.

Saat bertemu, Abah Sarna dan Noni masing-masing berbagi kisah cinta yang berujung ke pelaminan.

Noni mengaku tidak tamat SMA dan hanya duduk di bangku kelas 11.

Dia kemudian memilih menikahi Abah Sarna, yang terpisah 61 tahun.

Ketika ditanya apakah Noni mencintai dan menyayangi Abah Sarna, Noni menegaskan bahwa ia mencintai dan menyayangi Abah Sarna. Cek disini – > Togel100

Noni mengaku tidak terlalu memerhatikan apa yang dikatakan orang lain, apalagi jika orang lain melihat hal-hal negatif.

“Alhamdulillah tidak ada gangguan sama sekali. Teman-teman juga kaget,” ujarnya.

Sementara itu, Abah Sarna, saat Neng Noni setuju dinikahinya, langsung mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk hadiah dan mahar.

Abah Sarna menuturkan, pihaknya memberikan mahar 11 gram emas dan Rp. 10 juta.

Selain itu, kata Abah Sarna, pihaknya juga membawa sepeda motor PCX dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

“Abah bawa emas 11 gram, Rp 10 juta dan motor serta barang lainnya,” kata Abah. Cek Disini Semar4d

Abah Sarna dan Noni, pasangan beda usia (Facebook Agus Suryajaya) ()

Inilah saatnya Abah Sarna menembak Noni

Kakek bernama Abah Sarna (78), warga kelahiran Karangsari, Kecamatan Binong, Subang, memberanikan diri menikahi seorang gadis berusia 17 tahun bernama Noni Novita Handayani dari Desa Cicondong, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden Barat, Subang.

Resepsi pernikahan pasangan yang berjauhan dari Abah Sarna dan Noni itu berlangsung sepekan lalu.

Dari awal kisah cinta hingga pelaminan, Abah Sarna menceritakan betapa seringnya ia membeli bensin yang dijual Noni di kediamannya.

Bensin yang dibeli Abah Sarna digunakan untuk mesin yang digunakan untuk mengairi sawahnya.

“Saya sempat menyela dan bertanya pada orang tua Noni, ‘Ari eta saha teh budak’? (Kalau itu anak),” kata Abah kepada ibu Noni.

Akhirnya Abah Sarna pun berusaha berani berbicara hingga akhirnya terbiasa dan saling mengenal.

“Setiap hari Abah langsung beli bensin untuk mesin irigasi padi. ​​Lalu Noni mengantarkan bensin ke sawah Abah dan kami sering ngobrol lama di sawah,” ujarnya, Jumat (23/10/2020) di Abah dan Tempat tinggal Noni di Desa Cicondong. .

Saat ditanya bagaimana perkataan Abah Sarna saat mengungkapkan perasaannya, Abah Sarna hanya mengatakan kesediaannya kepada Abah yang sudah menjadi kakek.

“Neng Noni apa kau baik-baik saja? Anu geus aki-aki? (Neng Noni mau ke Abah? Yang udah kakek)? Katanya.

Saat Abah mengungkapkan perasaannya, Abah mengatakan ada penolakan dari orang tuanya yang mengatakan bahwa Noni masih sekolah dan sudah punya pasangan.

“Tapi, pada akhirnya, setelah beberapa lama, Abah mendapat tantangan dari Neng Noni. Katanya, Mau nikahi Noni?” kata Abah, meniru kata-kata Noni.

Selama sebulan, kata Abah Sarna, dia berpacaran dengan Noni.

Padahal, dalam waktu sebulan, ia sempat mengalami putus cinta dan hubungan bak cinta muda.

“Iya namanya laki-laki yang sudah menduda selama 7 tahun. Abah merasa rapuh dan butuh perempuan, jadi akhirnya kami tersambung kembali,” ujarnya.

Facebook Comments