Genderang Perang Jokowi Lawan Corona Covid-19

0
522
Genderang Perang Jokowi Lawan Corona Covid-19
Genderang Perang Jokowi Lawan Corona Covid-19

Setelah menghadiri pemakaman ibu Sujiatmi Notomihardjo di Solo, Kamis sore, 26 Maret 2020, Presiden Jokowi segera berbelok ke kanan ke Istana Bogor, Jawa Barat. Suasana duka harus ia bergabung dengan KTT Luar Biasa G20 pukul 19.00 WIB. Situs Poker idn Terbaru 2020

Ada agenda penting yang dibahas dalam pertemuan itu. Itu terkait penanganan virus korona yang telah menjangkiti negara dan juga melemahkan perekonomian akibat pandemi global. Jokowi mengundang para pemimpin G20 untuk bertarung dengan kedua ‘musuh’ ini

“Pertama, kita harus memperkuat kerja sama melawan Covid-19,” kata presiden di hadapan para pemimpin G20. Bandar Ceme Terpercaya

Menurutnya, G20 harus menjadi motor gerakan solidaritas global dalam menangani Covid-19. Jokowi mendesak agar pandemi korona ini tidak gagal pada kemitraan dan kerja sama yang telah diselesaikan selama ini.

“Untuk alasan ini, G20 harus secara aktif mencoba menemukan obat anti-virus dan Covid-19, itu harus dengan WHO,” katanya.

Sejak Jokowi mengumumkan dua orang positif pada 2 Maret 2020, virusnya menjadi gila. Gerakannya sangat cepat menggerakkan orang Indonesia. Pertahanan kesehatan Indonesia dibuat kacau dalam mengurangi keganasan virus. Agen Judi Resmi

Ini dapat dilihat dari grafik pasien positif COVID-19 yang mulai mendaki sejak 9 Maret 2020. Pada tanggal itu, ada 19 kasus. Bahkan pada 12 hingga 13 Maret, jumlahnya meningkat menjadi 34 kasus menjadi 69 kasus. Dan data terakhir per 27 Maret, pasien korona-19 melonjak tajam mencapai 1.046 orang. Menembus angka psikologis.

Berbagai metode digunakan untuk mengatasi virus ini. Tim Medis di garis depan, yang sebelumnya memiliki amunisi minimal, sekarang mulai memasok kebutuhannya oleh pemerintah. Personal Protective Equipment (PPE), yang menjadi SOP penting dalam pengobatan pasien korona-19, dijatuhkan. Pemerintah setuju, alat tersebut telah disetujui untuk menjangkau daerah di Indonesia.

“Saya harus mengatakan, dari stok APD yang tersedia di gudang Satuan Tugas di Halim (Perdanakusuma), dari 170 ribu stok hingga pagi ini 151 ribu telah didistribusikan. Jadi cadangan nasional adalah 19 ribu,” kata PABAN IV / Domestik Kolonel Infanteri Operasi Aditya Nindra Pasha di Graha BNPB, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2020).

Dia menyebutkan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah membantu pemerintah memfasilitasi APD di daerah-daerah terpencil yang membutuhkan sesuatu seperti Papua.

“TNI telah membantu mendukung pelaksanaan distribusi ke daerah-daerah di provinsi Papua dan Papua Barat, kemudian juga di beberapa daerah di wilayah perbatasan,” katanya.

Selain itu, ada beberapa provinsi di mana APD telah dialokasikan tetapi belum didistribusikan dengan baik. Yaitu Provinsi Riau, kemudian Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Tidak hanya itu, sebanyak 40 ton peralatan medis dan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari pengusaha Tiongkok tiba di Indonesia pada Jumat (27/3/2020). Bantuan medis diterima langsung oleh Sekretaris Menteri Koordinator Kelautan Agus Purwoto di gudang 530 Cargo Angkasa Pura (AP), Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten.

Bantuan tersebut berasal dari sumbangan yang diberikan oleh pengusaha Cina yang memiliki investasi di Indonesia. Dibawa dari negara asalnya menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dan tiba pada pukul 1:40 pagi.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kelautan, Agus Purwoto, yang menerima bantuan langsung, mengatakan pengiriman bantuan itu terwujud berkat kerja sama antara perwakilan pemerintah dan kementerian yang ada. Lebih dari sekadar perusahaan swasta dari Cina berinvestasi di Indonesia.

“Para investor ini adalah perusahaan yang berinvestasi di Indonesia, seperti di Morowali, Kendari, Konawe, dan sekitarnya. Bergerak di bidang seperti nikel,” jelasnya.

Pada awalnya, bantuan terdiri dari peralatan medis yang mendukung 40 ton, hanya 20 ton yang telah disediakan. Sisanya akan dikirim lagi ke Indonesia pada hari Sabtu, 28 Maret 2020. Hal-hal yang membuat transportasi terbatas, karena ada beberapa perangkat medis yang tidak dapat digabungkan dengan perangkat lain.

“Untuk saat ini ada perangkat medis yang terdiri dari set kit, test kit untuk Covid-19, masker N95, masker bedah, hingga alat APD seperti pakaian, kacamata, sarung tangan dan sebagainya,” jelas Agus.

Menurutnya, bantuan tersebut akan diserahkan untuk membantu Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bantuan yang akan dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk semua provinsi yang membutuhkan telah dipetakan dalam skala prioritas.

“Saat ini hanya tiba di gudang BNPB untuk pengumpulan data saja, setelah itu segera diterbitkan,” katanya.

Indonesia Memanggil Relawan

Jumlah pasien yang terkait dengan corona covid-19 membuat tenaga medis semakin terlihat dikalahkan. Ini karena jumlah tim medis tidak sebanding dengan korban korona.

Karena itu, Indonesia mengusir anak-anak bangsa, yang sebagian besar memiliki latar belakang medis, yang siap membantu mengatasi virus berbahaya ini. Diperlukan sekitar 1.500 dokter dan 2.500 perawat untuk pandemi yang telah menyebar ke 28 provinsi di negara ini.

“Dokter spesialis paru-paru, ahli anestesi, dokter laboratorium, perawat, admin rumah sakit untuk pengemudi ambulans,” kata Koordinator Relawan Satuan Tugas Covid-19, Andre Rahardian.

“Kami, dari kelompok yang melaksanakan tugas Covid-19, sekali lagi bertanya, mengundang sukarelawan untuk menjadi bagian dari pejuang,” kata Andre pada konferensi pers.

Bagi siapa pun yang tertarik, katanya, partainya kini telah membuat microsite di BNPB untuk dapat menerima pendaftaran relawan. Mengenai alamatnya bisa dilihat langsung di situs web http://deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19/.

Menjawab tantangan itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Asosiasi Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) mengerahkan dukungan sukarela dari para siswa. Setelah selesai, pendaftaran pertama, Selasa, 24 Maret 2020, diterima oleh 15.000 siswa yang mengatakan bahwa mereka siap menjadi sukarelawan.

“Ini luar biasa. Gerakan ini dapat diwujudkan karena motivasi yang kuat dari mahasiswa di bidang kesehatan dan bidang lain yang didukung oleh semangat gotong royong untuk memberikan kontribusi sukarela kepada masyarakat demi pandemi yang mendukung masa depan Indonesia,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. / 2020).

“Mari kita tunjukkan anak muda Indonesia secara sukarela untuk berjuang dan dapat menyelamatkan nyawa orang Indonesia. Mari kita bersama-sama menaklukkan pandemi Covid-19.” Mari kita tunjukkan bahwa kebijakan pendidikan dapat bergerak ke ujung tombak melawan pandemi ini, “tambahnya.

Nadiem menjelaskan bahwa undangan sukarela kepada siswa di bidang kesehatan dan bidang terkait lainnya adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan sekarang. Relawan siswa digunakan untuk melaksanakan program preventif dan promotif melalui komunikasi, informasi dan pendidikan kepada publik tentang Covid-19. Relawan siswa juga dapat membantu pemerintah daerah melakukan pelacakan dan pelacakan, membantu layanan pusat panggilan di pusat serta pusat layanan regional dan Covid-19.

Sementara itu, Penjabat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Penjabat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi), Nizam mengatakan, jika relawan akan melakukan pelatihan pelatihan melalui konferensi video, dan streaming video. Pelatihan pembekalan bagi siswa sukarelawan akan diadakan selama tiga hari dengan presenter dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan dan dokter senior.

“Pelatihan Covid-19 yang menantang ini sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan meningkatkan kompetensi sukarelawan dengan baik. Meskipun demikian, pelatihan ini terus berjalan secara optimal dan diharapkan para sukarelawan akan melanjutkan sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh para siswa,” kata Nizam.

Namun, yang tidak kalah penting, masyarakat juga mengatur disiplin dan menyetujui gaya hidup sehat dan menyetujui aturan yang berlaku. Pemerintah saat ini meminta orang untuk menerapkan jarak fisik.

Selain itu, masyarakat juga terhindar dari keramaian yang terhindar dari virus corona covid-19. Semua aktivitas, baik pekerjaan maupun ibadah bisa dilakukan di rumah. Jika aturan ini tidak dilakukan, rantai virus corona covid-19 akan sulit dipecahkan. Dan dampaknya, pandemi ini akan sulit diberantas.

Facebook Comments