Pelajar SMP Akui Pemerkosaan 10 Pria di Buleleng, Setiap Hari Bergantian di Bengkel dan semak-semak

0
214
Pelajar SMP Akui Pemerkosaan 10 Pria di Buleleng, Setiap Hari Bergantian di Bengkel dan semak-semak
Pelajar SMP Akui Pemerkosaan 10 Pria di Buleleng, Setiap Hari Bergantian di Bengkel dan semak-semak

Seorang siswa SMP yang masih duduk di bangku kelas VII mengaku pernah diperkosa oleh 10 orang laki-laki. Cek Disini – Bagong4d

Mahasiswa asal Buleleng ini bahkan diperkosa oleh pelaku di lokasi dan waktu berbeda.

Dari pengakuannya, dia mengatakan bahwa dia telah diperkosa di lima TKP berbeda, dari bengkel hingga semak-semak.

Dikutip dari TribunBali.com, Kapolres Buleleng, Iptu Sumarjaya menjelaskan, kasus pemerkosaan sudah terjadi sejak Minggu (11/10/2020).

Dari pengakuan korban, dia diperkosa di lima TKP berbeda.

Mulai dari lingkungan Penarungan, Desa Penarukan, Kabupaten Buleleng, hingga TKP kedua, ketiga dan keempat terjadi di Desa Alasangker, Kabupaten Buleleng.

Iptu Sumarjaya mengungkapkan, di lokasi pertama, korban diperkosa oleh beberapa orang.

Sedangkan pada TKP kedua, ketiga dan keempat masing-masing diperkosa 1 orang.

Hingga saat ini pelaku belum dimintai keterangan.

Penyidik ​​masih fokus mengunjungi sejumlah dugaan TKP dan memeriksa saksi.

Dari pengakuan korban, dirinya diperkosa di bengkel, di semak-semak hingga ke rumah warga di lokasi.

“Insiden pertama diduga dilakukan oleh beberapa orang. Sedangkan insiden kedua, ketiga dan keempat terjadi di bengkel, semak-semak dan di rumah warga, dengan jumlah pelakunya satu orang.”

“Jadi ada 10 terduga pelaku dari lima lokasi kejadian. Tersangka pelaku belum dimintai keterangan, penyidik ​​masih fokus mengunjungi sejumlah terduga TKP dan memeriksa saksi,” jelasnya.

Hingga saat ini, berdasarkan pengakuan korban, setidaknya ada 10 orang yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Iptu Sumarjaya menjelaskan, saat ini korban sedang menjalani perawatan dari psikolog dan sudah dilakukan bedah mayat.

Ditanya tentang kronologi awal hingga korban mendapat perlakuan tidak senonoh, Iptu Sumarjaya mengaku belum tahu pasti, karena kondisi korban masih dalam kondisi traumatis.

Namun berdasarkan pengakuan orang tua korban, santri malang tersebut keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor pada Minggu (11/10/2020) dengan alasan ingin bermain bersama teman-temannya.

Belakangan, orang tua korban mengetahui bahwa bayi tersebut menjadi korban dugaan pemerkosaan. Cek Disini – > Prabutoto

Pelaku diduga berusia 18 tahun tapi ada juga yang sudah dewasa.

Sementara itu, polisi telah mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat penganiayaan terjadi.

Polisi juga menjelaskan bahwa kasus ini tidak mengarah pada self selling.

“Belum ada yang mengarah ke sana. Kalau memang benar (jual diri, red) mengingat korbannya masih di bawah umur, pelakunya masih akan dituntut secara hukum. Sampai saat ini kami belum bisa menggali informasi lebih lanjut, karena korban masih di bawah umur. sedang ditangani psikolog, “kata Iptu Sumarjaya.

Facebook Comments