Terus Berprestasi Walau Pandemi, Kampus Unair Berhasil Tembus Urutan 465 Dengan Kategori Kampus Terbaik Di Dunia

0
136
Terus Berprestasi Walau Pandemi, Kampus Unair Berhasil Tembus Urutan 465 Dengan Kategori Kampus Terbaik Di Dunia
Terus Berprestasi Walau Pandemi, Kampus Unair Berhasil Tembus Urutan 465 Dengan Kategori Kampus Terbaik Di Dunia

Di usianya yang ke 67 tahun di tengah pandemi Covid-19, Universitas Airlangga (Unair) menorehkan prestasi. Rentetan prestasi yang diraih Unair membuktikan bahwa kampus di Kota Pahlawan memiliki kualitas kelas dunia. Bagong4d Merupakan Situs Judi Togel Online Terpercaya

Rektor Unair Mohammad Nasih mengatakan, pandemi ini membawa hikmah bagi Unair dengan mendapatkan peringkat yang lebih baik di tingkat internasional.

Salah satunya adalah pemeringkatan dari lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds (QS) yang secara resmi mengumumkan World University Rankings (QS WUR) untuk universitas terbaik di dunia pada Juni 2021. Di lembaga pemeringkatan bergengsi ini, Unair berhasil menduduki peringkat ke-465.

“Prestasi ini bukan hanya kerja keras rektor, tapi seluruh komponen sivitas akademika, stakeholders dan media. Kolaborasi dan networking ini membuat Unair mendapatkan beberapa prestasi,” jelasnya.

Meski hanya angka, menurut Nasih, sapaan akrab Rektor Unair, pemeringkatan ini menunjukkan bahwa reputasi akademik Unair berada pada posisi yang baik.

Prestasi ini merupakan buah dari gerakan seluruh komponen universitas, mulai dari tenaga kependidikan, dosen, pengelola, mahasiswa hingga alumni.

“Kami mendorong mereka untuk bergerak agar tidak ada warga kampus yang tidak berkontribusi. Unair masuk dalam kategori gajah, jadi kami berusaha mengembangkan semua komponen tersebut untuk membangun prestasi bersama,” jelas Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis itu. Link Alternatif Login Daftar NGAMEN TOGEL

Selain mengikuti pemeringkatan QS WUR, pihaknya juga akan mengikuti berbagai pemeringkatan dunia lainnya. Satu hal yang paling penting, Unair akhirnya diizinkan untuk mengikuti Times Higher Education World University Rankings karena jumlah penelitian yang cukup.

Dalam pemeringkatan ini, Unair berhasil masuk dalam jajaran kelompok 4 sebagai kampus terbaik di Indonesia menurut pemeringkatan yang dilakukan Times Higher Education World University Rankings 2022.

Pemeringkatan ini diikuti oleh 1.662 universitas dari 99 negara di dunia dan resmi dirilis melalui laman THE WUR pada Agustus 2021.

Nasih juga menegaskan, rating bagus bukanlah tujuan utama. Proses dan segala upaya untuk melakukan perbaikan di setiap sektor menjadi landasan utama untuk terus maju menjadi kampus yang unggul dan diakui dunia.

“Dengan langkah dan upaya tersebut tentunya kita berharap Unair bisa dan mampu menjadi SMART University. Pendidikan Berkelanjutan untuk Semua, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang Bermakna, Inovasi Maju, Enterprising and Industry Linkages, Manajemen Responsif dan Lean, Topping Up Pemanfaatan Sumber Daya ,” dia berkata. Link Alternatif Resmi Dan Terbaru PERKASA JITU Togel

Sebagai lembaga pelayanan publik, Unair juga meraih penghargaan dari Komisi Informasi Pusat (KIP) sebagai Badan Publik Informatif Kategori Perguruan Tinggi Negeri. Unair menduduki peringkat pertama dengan skor hampir sempurna 99,10.

“Dalam hal keterbukaan, kami memiliki lompatan yang luar biasa. Tahun lalu kami berada di kategori cukup informatif, dan tahun ini kami berada di posisi informatif dan menjadi top skor capaian badan publik di kategori ini,” jelasnya.

Kualitas Setara dengan Perguruan Tinggi di Dunia

Dengan berbagai prestasi yang telah diraih Unair di tingkat internasional, Nasih mengatakan, hal itu menjadi bukti bahwa kualitas Unair tidak kalah dengan universitas lain di tingkat Asia atau Dunia.

“Kita semua tahu Indonesia adalah pasar, artinya pasar itu ada di Indonesia, jadi dengan meningkatnya kualitas pendidikan di Unair, tentunya kita berharap Unair bisa mendapatkan bibit yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Mengenai bagaimana upaya Unair mendapatkan mahasiswa asing, kata dia, bukan menjadi prioritas Unair. Karena daya tampung Unair terbatas dan masih menjadi rujukan bagi mahasiswa Indonesia. Sementara itu, mahasiswa asing masih didominasi oleh negara-negara Asia Tengah dan Afrika.

“Masih ada 70 persen lulusan SMA/SMK yang belum melanjutkan ke perguruan tinggi. Kami tidak bisa menambah kapasitas mahasiswa asing karena kapasitas kami terbatas,” ujarnya.

Dengan pencapaian ini, diharapkan mahasiswa Indonesia saat ini hanya bisa kuliah di Indonesia. karena kualitas dan kerjasama antar universitas dari negara maju cukup besar. Selain itu, Unair juga membuka peluang double degree.

Dengan peringkat Unair saat ini di tingkat dunia, justru meningkatkan tawaran kerjasama penelitian dan publikasi dari universitas di luar negeri.

Memasuki Revolusi 4.0, Kembangkan Platform AI

Unair telah menyiapkan berbagai skema pembelajaran berbasis digital untuk menghadapi revolusi 4.0. Salah satunya dengan menyiapkan Aplikasi Pembelajaran Universitas Airlangga (AULA) yang merupakan salah satu sistem yang dimiliki Unair dalam menunjang pembelajaran.

Hal itu dilakukan, mengingat sistem e-learning yang telah mengubah dunia pendidikan dalam perkembangan teknologi saat ini.

Nasih menegaskan, platform ini dikembangkan untuk meningkatkan interaksi antara dosen dan mahasiswa. Apalagi sejak pandemi, interaksi dalam pembelajaran menjadi semakin sulit antara mahasiswa dan dosen.

“Kami juga telah mengembangkan laboratorium kering untuk digitalisasi laboratorium. Sehingga nantinya mengurangi penggunaan bahan kimia di laboratorium. dan penerapan AI dalam pengembangan pembelajaran,” lanjutnya.

Namun, penerapan inovasi pembelajaran digital ini juga tetap dipilih berdasarkan mata pelajaran. Karena ada beberapa mata pelajaran yang masih belum bisa tergantikan secara digital.

“Ada beberapa mata pelajaran di bidang eksakta dan sosial yang perkembangan materialnya agak sulit untuk didigitalkan,” lanjutnya.

Menargetkan Lulusan yang Handal dan Kreatif untuk Membantu Percepatan Perekonomian di Era Pandemi

Sesuai dengan fungsi perguruan tinggi, Unair berkomitmen untuk menyiapkan lulusan yang lebih andal dan kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi.

“Termasuk mencetak wirausahawan muda agar tidak menunggu lowongan menjadi PNS,” ujarnya

Nasih mengatakan, lulusan Unair dibentuk untuk hadir untuk bangsa dan terus belajar untuk kemaslahatan umat manusia.

“Kita berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tanggap terhadap umat, harus ada untuk sesama, bangsa, dan semuanya. Manusia harus inovatif untuk dapat berkontribusi bagi seluruh umat manusia,” jelasnya.

Vaksin: Tunggu Produksi Pilot Project Vaksin Merah Putih*

Unair secara seremonial menyerahkan bibit Vaksin Merah Putih kepada PT Biotis Phrmaceuticals Indonesia dalam Sidang Senat dalam rangka Dies Natalis ke-67 Unair pada 9 November 2021.

“Karena kita sudah menyerahkan lembar vaksin ke PT Biotis. Tahap selanjutnya adalah produksi dalam skala piloting. Karena untuk disuntikkan ke manusia, harus ada proses produksi yang diproses di industri yang memenuhi CPOB (Cara Pembuatan yang Baik). Obat-obatan),” kata Mohammad Nasih.

Sehingga tahap pengembangan Vaksin Merah Putih kini terus dilanjutkan oleh PT Biotis. Artinya, tugas Unair sejauh ini relatif berhasil.

“Langkah selanjutnya RS dr Soetomo yang akan melakukan uji klinis. Uji praklinis tahap 2 terhadap Makaka (hewan uji) sudah dilakukan di berbagai kalangan. Mulai dari lansia, manula, remaja, hamil dan mereka yang masih anak-anak. ,” jelasnya

Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin ini terbukti sangat aman. Namun, ada beberapa temuan berkaitan dengan kera komorbiditas. Sehingga vaksin ini tidak dianjurkan untuk digunakan dengan penyakit penyerta.

“Dari hasil di Makaka, pada kategori formula, digunakan 93,8 persen. Tentunya dengan proses lanjutan dengan optimasi dan formulasi yang lebih baik. Dan proses produksi industri percontohan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia juga berharap hasil uji klinis akan lebih tinggi dari 93,8 persen. Kemudian tinggal menunggu izin BPOM untuk uji klinis yang datanya sudah diserahkan dan sedang dalam proses penilaian.

“Rumah sakit juga sudah mengeluarkan woro-woro untuk relawan yang bersedia mengikuti uji klinis. Jadi jika ada anggota masyarakat yang belum divaksin dan menunggu Merah Putih mendaftar di website yang telah sudah diumumkan oleh RSUD Dr Soetomo yang merupakan leading sector dalam uji klinis fase 1, 2 dan 3,” jelasnya.

Vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan tim peneliti Unair itu akan berfungsi sebagai booster atau vaksin dosis ketiga pada 2022. Meski sudah menjadi booster, menurut Nasih, kebiasaan menggunakan masker tidak bisa ditinggalkan.

“Pandemi ini sangat perlu perlindungan, dan memakai masker adalah hal yang biasa. Saya kira meskipun menjadi booster, pembiasaan masker akan menjadi hal baru dalam pembiasaan normal. Masker bukan hanya Covid-19 tapi juga polusi udara di Indonesia. Mungkin di ke depan masker tidak lagi tebal, tapi tentu masih membutuhkannya, kecuali kekebalannya sudah terbukti luar biasa,” jelasnya.

Nasih mengatakan, sejak awal penelitian, Vaksin Merah Putih juga sudah terdaftar di WHO. Namun, untuk memasuki tahap diterima oleh WHO dan negara lain membutuhkan waktu.

“Kalau nanti PT Biotis bisa berproduksi dan hasil uji klinisnya sesuai uji praklinis dengan hasil 93 persen. Jadi kami yakin dapat izin dari WHO juga. Tentu tidak mudah dan prosesnya lumayan. lama,” lanjutnya.

Untuk itu, saat ini Vaksin Merah Putih masih menjadi fokus pengembangan di Indonesia. Jika berhasil maka bisa bekerjasama dengan pihak lain di luar negeri. Setidaknya dalam hal publikasi harus ditingkatkan.

Facebook Comments