Antisipasi Covid-19, RSUD Kota Bogor Tiadakan Jam Besuk Pasien

1
307
Antisipasi Covid-19, RSUD Kota Bogor Tiadakan Jam Besuk Pasien
Antisipasi Covid-19, RSUD Kota Bogor Tiadakan Jam Besuk Pasien

Rumah Sakit Umum Kota Bogor (RSUD) menghilangkan selai untuk pasien rawat inap, untuk mengantisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19. Ovopoker

Keputusan untuk menghilangkan selai pasien rumah sakit pemerintah daerah mulai berlaku pada Senin (16/3/2020).

“Ya, mulai hari ini, jam berkunjung akan dibatalkan. Karena setiap hari ada banyak pengunjung,” kata Humas Rumah Sakit Kota Bogor Taufik Rahmat.

Sementara rumah sakit adalah salah satu lokasi berisiko tinggi untuk penyebaran virus yang belum ada obatnya. Untuk alasan ini, ada kebijakan untuk menghilangkan kunjungan ke pasien rawat inap. Situs Betting Terpercaya

Pintu masuk rawat inap akan selalu dikunci dan dijaga oleh petugas. Pasien rumah sakit masih mengizinkan satu pasien untuk menunggu seseorang. Mereka juga diharuskan mencuci tangan dengan pembersih tangan yang disediakan.

“Kebijakannya adalah untuk menghilangkan kemacetan pasien sampai waktu yang ditentukan aman dari transmisi Covid-19,” katanya.

Dengan kebijakan ini, masyarakat diharapkan bisa memahaminya. “Ini biasa bagi kami melalui media sosial,” katanya. Situs IDN Poker Terbaru 2020

30 Orang Dalam Pengawasan

Sementara itu, jumlah orang yang berinteraksi (ODP) di Kota Bogor adalah 30 orang. 20 orang dinyatakan sehat dan negatif Covid-19. Sementara 10 lainnya, termasuk Walikota Bogor Bima Arya masih dalam pengawasan.

Bima baru saja kembali dari Azerbaijan, salah satu negara yang terdaftar dalam epidemi Covid-19. Politisi PAN mengunjungi Eropa sejak 9 Maret dan baru kembali ke Bogor pada 16 Maret 2020.

ODP adalah orang yang baru-baru ini bepergian ke negara-negara yang terkena virus Corona. Pemantauan yang disetujui untuk persetujuan, sakit, dapat segera diperiksa.

“Ya, saya akan, saya akan mengikuti prosedur protokol,” kata Bima Arya.

Sejauh ini, dia mengaku peduli dengan lingkungan dan tidak ada keluhan sama sekali. Sementara itu, ketika melewati detektor suhu di Bandara Internasional Soekarno Hatta, itu cukup bagus.

Meski begitu, Bima tidak setuju jika dia harus diawasi oleh petugas kesehatan selama 14 hari ke depan. Pemantauan yang disetujui untuk persetujuan, sakit, dapat segera diperiksa.

“Saya akan melihat perkembangannya, tetapi sekarang tidak ada keluhan,” kata Bima.

Facebook Comments

1 COMMENT

Comments are closed.