Baim Wong Ketakutan, Sepucuk Surat Dan Sepeda Ontel di temukan di Rumahnya

0
150
Baim Wong Ketakutan, Sepucuk Surat Dan Sepeda Ontel di temukan di Rumahnya
Baim Wong Ketakutan, Sepucuk Surat Dan Sepeda Ontel di temukan di Rumahnya

Baim Wong menemukan sepeda ontel dan sepucuk surat misterius yang ditinggalkan oleh orang tak dikenal di depan rumahnya. Suami Paula Verhoeven khawatir itu adalah cara untuk meminta bantuannya.

Lagi-lagi orang tak dikenal mendatangi rumah Baim Wong.

Namun kali ini Baim Wong tidak sempat bertemu dengan orang tersebut dan hanya menemukan barang yang tertinggal di depan rumahnya.

Salah satu barang yang menjadi sorotan adalah surat misterius.

Baim Wong mendapat surat misterius di bagian belakang sepeda ontel yang ada di depan rumahnya.

Baim Wong menemukan surat misterius dan sepeda di depan rumahnya (Youtube / Baim Paula)
Baca juga: Paula Verhoeven Ungkap Kronologi Kiano Jatuh dari Matras, Baim Wong: Kenapa Minta Maaf

Sepeda itu konon merupakan pemberian dari seorang pria asal Madura.

Pria itu mengaku rela mengayuh sepeda dari Madura ke Jakarta, lalu menyerahkan sepedanya kepada suami Paula Verhoeven.

Awalnya, pengendara Baim Wong, Pak Slamet, menemukan sepeda itu.

Menurut pengakuan Pak Slamet, saat itu ia hendak mengeluarkan mobilnya. Cek Disini – > NgamenJitu

Namun, hal itu dicegah dengan adanya sepeda ontel yang sengaja diletakkan di depan garasi.

Saya ingin membuka pintu gerbang mobil, saya ingin memindahkannya, ada sepeda. Orangnya tidak ada di sana, “kata Pak Slamet seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Baim Paula, Selasa (27/10/2020).

Mendengar penuturan Pak Slamet, Baim Wong ketakutan.

Wah, hati-hati ya, kata Baim Wong.

Saat saya buka gerbangnya, ternyata sepeda ontel itu masih ada.

Di jok belakang, ada jaket dan surat misterius yang tidak sengaja ditinggalkan pengirimnya.

Karena penasaran, Baim Wong kemudian membaca surat misterius itu.

Pengirim sepeda tersebut ternyata adalah Helmi Abdul Aziz dari Sumenep, Madura.

“Sebelumnya saya minta maaf jika mengganggu waktu Baim. Mungkin saat Baim membaca surat ini, saya sudah dalam perjalanan pulang,” tulis Helmi.

Dalam surat tersebut, pengirim mengaku mengayuh sendiri dari Sumenep Madura menuju Jakarta. Cek Disini – > Ngamen4d

Tindakan pengirim bernama Helmi ini mengaku terinspirasi dari tindakan Pak Acun yang mengayuh sepedanya sendiri dari Klaten menuju Jakarta.

Berkat Pak Acun, saya punya inspirasi mengayuh sendiri dari Madura ke Jakarta, ”tulisnya.

Kemudian pengirim meminta bantuan suami Paula Verhoeven untuk menyembuhkan ayahnya.

Tapi sekarang ayahnya sudah meninggal.

Baim Wong (channel Youtube Baim Paula)
“Dulu, saya sangat berharap Baim bisa membantu ayah saya, tapi saya sadar bahwa saya tidak bisa berharap sampai saya pindah sendiri.

Sekarang ayah saya sudah tiada, “tulisnya lagi.

Setelah itu, pengirim mengaku memberikan sepeda ontel kepada Baim Wong sebagai kado atas inspirasinya melalui vlog YouTube milik Baim Paula.

“Saya bisa membeli motor yang ingin saya berikan kepada Baim,” tulisnya.

Meski begitu, pria tersebut mengaku terserah Baim Wong mau melakukan apa dengan motor kado tersebut.

“Saya tidak datang untuk meminta bantuan seperti pada vlog Baim sebelumnya. Saya hanya ingin memberikan motornya kepada Anda.

Terserah Anda untuk membuangnya atau memberikannya kepada orang lain. Yang terpenting, saya berhasil membawa sepeda ke Baim, ”imbuhnya.

Setelah itu, Helmi meminta Baim Wong, Paula Verhoeven dan keluarga Ayah untuk menandatangani jaket yang ditinggalkannya.

Nantinya, jaket tersebut akan diberikan sebagai kado ulang tahun untuk sahabat Helmi. Cek Disini PerkasaJitu

“Aku minta tanda tangan kakakmu, Paula dan timmu di jaket yang aku tinggalkan,” tulisnya.

“Jaket itu untuk ulang tahun sahabatku,” tambahnya.

Pria itu juga mencantumkan alamat temannya yang berada di Jakarta Selatan.

Setelah melihat dan membaca surat misterius itu, Baim Wong mengaku curiga.

Pasalnya, banyak yang mengadopsi cara serupa untuk meminta bantuan Baim Wong.

Menurut suami Paula Verhoeven, tindakan pria itu menyeramkan.

“Ada sepeda di depan kantor. Suratnya ada, motornya ada. Tapi orangnya hilang, serem banget,” kata Baim Wong.

Saat hendak menjajal sepeda ontel pun, Baim Wong makin curiga karena sepedanya tidak ada remnya.

“Wah kok tidak ada remnya? Kok dia bawa dari Madura?” tanya Baim Wong kepada Pak Slamet.

“Ya, tidak ada rem,” imbuh Pak Slamet.

“Kalau pakai logika, bagaimana caranya naik sepeda dari Madura ke Jakarta?” tanya Baim Wong lagi.

“Kecuali kalau menggunakan truk, taruh sepeda di truk,” imbuh Pak Slamet.

“Tapi katanya dia mengayuh,” kata Baim Wong.

“Kalau mengayuh, berapa hari dari Madura ke sini? Bukankah badanmu dikucek dan kotor atau tidak? Itu saja, saya berusaha untuk naik,” kata Pal Slamet.

“Iya saya juga mengayuh sendiri dari sini ke sana, kata capek,” pungkas Baim Wong.

Facebook Comments