Inilah Barang-Barang yang Terlihat Saat Evakuasi Bawah Laut Korban Sriwijaya Air, Bangkai Pesawat & Baju dan Uang

0
211
Inilah Barang-Barang yang Terlihat Saat Evakuasi Bawah Laut Korban Sriwijaya Air, Bangkai Pesawat & Baju dan Uang
Inilah Barang-Barang yang Terlihat Saat Evakuasi Bawah Laut Korban Sriwijaya Air, Bangkai Pesawat & Baju dan Uang

Pencarian korban Sriwijaya Air di dasar laut masih terus dilakukan. Beginilah suasana bawah air meninggalkan barang-barang milik korban.

Merinding, mungkin itulah yang terpancar dari suasana dasar laut saat Tim SAR mencari korban Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu.

Berbagai barang milik para korban Sriwijaya Air bertebaran.

Ada pula bangkai pesawat Sriwjaya Air yang kini hancur total di dasar laut.

Diberitakan TribunWow.com, hal itu terlihat dalam tayangan Breaking News di Kompas TV, Selasa (12/1/2021). Situs Alternatif Login wap JituSeratus

Diketahui, tim DVI RS Polri telah menerima 56 kantong jenazah di pesawat rute Jakarta-Pontianak.

Tim gabungan penyelam masih mencari lebih jauh di titik di mana SJ 182 jatuh di kedalaman 17 meter.

Selama pencarian, cuaca cerah dan jarak pandang cukup jauh.

Fokus utama tim evakuasi adalah mencari korban.

Terlihat tim penyelam menemukan beberapa benda yang diduga milik penumpang dan awak SJ 182.

Benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam tas yang dibawa oleh petugas.

Tim penyelam juga menemukan potongan pesawat yang diduga bagian dari pesawat Sriwijaya Air.

Beberapa di antaranya adalah besi lengkung dengan cat putih.

Ada potongan pesawat yang lebih besar.

Barang-barang yang tidak bisa dibawa oleh tim penyelam rencananya akan dievakuasi menggunakan kapal yang memiliki crane.

Selain itu, ada beberapa potong pakaian yang diduga milik korban kecelakaan pesawat. Situs Alternatif Login wap Belijitu

Sepotong kain itu sedikit tertimbun pasir di dasar laut.

Tim penyelam mengitari titik tersebut untuk menemukan sisa-sisa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Di antara pakaian yang ditemukan para penyelam itu ada sehelai kain hitam dengan merek Gucci.

Tim mengambil beberapa potong kain yang mulai tenggelam di pasir.

Beberapa uang kertas yang diduga milik korban juga ditemukan dalam penggeledahan.

Uang kertas tersebut juga dimasukkan ke dalam tas yang dibawa oleh tim penyelam. Situs Alternatif Login wap TogelSeratus

Dikutip dari Kompas.com, tim SAR Brimob dan penyelam profesional Polair memberangkatkan anggotanya untuk dievakuasi.

Demikian disampaikan Katim DVI Korbrimob Polri Iptu Wahyu.

Ia mengatakan ada sejumlah bagian tubuh yang ditemukan.

“Temuan para penyelam hingga hari keempat sudah maksimal, berupa tiga buah tangan, satu jaringan kulit, dua rambut beserta kulit kepala, serta barang-barang milik korban,” kata Iptu Wahyu.

Selain itu, tim SAR juga menemukan uang tunai dengan rincian tiga rupiah. 100.000 lembar dan satu lembar uang Rp. 50.000 lembar.

Tonton videonya mulai dari awal:

Informasi dari Mantan Pilot SJ 182

Sekretaris Jenderal Persatuan Profesional Pilot Indonesia (PPPI) Kapten Koko Indra Perdana menganalisis kemungkinan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan dalam acara How Are You Going di TvOne, Senin (11/1/2021).

Diketahui, pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air jatuh setelah terbang 4 menit dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (9/1/2021) sore.

Pesawat yang membawa 62 orang itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Sebagai pilot yang pernah menerbangkan pesawat yang sama, Koko mengatakan pesawat masih dalam tahap kritis take-off saat jatuh.

“Kalau misalnya kita lepas landas normal, semuanya akan berjalan normal,” jelas Koko Indra Perdana.

Dia kemudian menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil seorang pilot ketika terjadi disfungsi selama fase take-off.


Fragmen pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan beberapa potongan jenazah tiba di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Posko SAR Terpadu Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021) sore. (DOK. BASARNAS)
Menurut Koko, pilot harus fokus memastikan pesawat bisa terbang dengan lancar.

“Jika terjadi sesuatu pada pesawat, yang dilakukan pilot adalah menerbangkan pesawat. Dia akan terbang dulu,” kata Koko.

“Setelah menerbangkan pesawat untuk mengendalikan terjadi sesuatu, baru selesaikan masalahnya,” jelas mantan pilot Sriwijaya Air itu.

Kemudian pilot harus melapor ke air traffic control (ATC) terdekat mengenai kendala yang dialaminya.

Laporan tersebut menggunakan panggilan khusus yang menyatakan ada situasi darurat.

“Salah satu pilot memberi tahu ATC atau menara kontrol bahwa kami mengalami masalah,” kata Koko.

Yakni dengan mayday call atau pan call, lanjutnya.

Pilot dan co-pilot kemudian menyelesaikan masalah berdasarkan buku panduan dan membuat keputusan terbaik.

“Setelah itu kita selesaikan masalahnya. Ada panduannya, yaitu buku pegangan, kita baca,” kata Koko.

“Baru setelah itu kami membuat keputusan,” tambahnya.

Dalam siaran yang sama, Koko menanggapi peringatan yang dikeluarkan oleh United States Aviation Administration (FAA) pada tahun 2002.

Menurut Koko, peringatan tersebut seharusnya hanya menjadi perhatian jika pesawat yang dimaksud sudah lama tidak diterbangkan.

“Sebetulnya setahu saya pesawat itu, kalau ada (peringatan) dari FAA kalau pesawat berhenti atau di darat untuk beberapa lama,” kata Koko.

“Saya kira perusahaan akan mengambil langkah yang tepat untuk itu,” tambahnya.

Koko yakin Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab kecelakaan tragis SJ 182 itu.

“Bisa dilihat dari kunci perawatannya, itu yang juga dipelajari KNKT,” komentar Koko.

Facebook Comments