Terancam Kehilangan Penglihatan, Nia Ramadhani alami Kekurangan Zat Besi, Apakah Bahaya ? Kenali Penyakit ini

0
131
Terancam Kehilangan Penglihatan, Nia Ramadhani alami Kekurangan Zat Besi, Apakah Bahaya ? Kenali Penyakit ini
Terancam Kehilangan Penglihatan, Nia Ramadhani alami Kekurangan Zat Besi, Apakah Bahaya ? Kenali Penyakit ini

Nia Ramadhani saat ini menjalani terapi rutin karena dikabarkan mengalami kekurangan zat besi.

Akibat kekurangan zat besi di tubuhnya, Nia Ramadhani terancam mengalami gangguan penglihatan. Link Alternatif Daftar Belijitu

Selain itu, istri Ardie Bakrie juga akan terkena gangguan kesehatan lainnya, misalnya lambat berpikir sehingga mudah lelah.

Demikian disampaikan asisten pribadi Nia, Theresa Wienatan.

Menurut dokter asal Amerika itu, kekurangan zat besi bisa membuatnya cepat lelah. Ya memang benar cepat capek dan capek, tidak bisa berolahraga, kata Theresa Wienathan seperti dikutip dari siaran Bu Boss, Sabtu. (27/2/2021).

Kedua, itu bisa membuatnya meregang seperti menurutnya butuh beberapa saat untuk memuatnya, lanjut Theresa Wienathan.

Nia Ramadhani, penglihatannya terancam kabur, mudah lelah dan lambat berpikir, tangannya juga sakit (Youtube Resmi TRANS TV)

Kemudian, salah satu dampak kekurangan zat besi yang dirasakan Nia Ramadhani adalah gangguan penglihatan.

Ketiga, kabur kalau dilihat. Jadi selama ini dia mengira dia silinder, mungkin ada juga silindernya, jelas Theresa Wienathan.

“Tapi ternyata (kekurangan) besi ini berdampak cukup besar pada penglihatan,” pungkas Theresa Wienathan. Link Alternatif Login Belijitu

Jadi apakah besi itu?

Bagaimana seseorang mengalami kekurangan zat besi dan apa gejalanya?

Zat besi merupakan salah satu mineral penting bagi tubuh.

Melansir WebMD via Kompas.com, saat tubuh kekurangan zat besi, tubuh tidak bisa memproduksi sel darah merah pembawa oksigen secara optimal.

Dalam dunia medis, kondisi kekurangan zat besi ini dikenal dengan istilah anemia defisiensi besi. Link Alternatif Login Pasangslot

Fungsi zat besi

Meluncurkan Eat Right, fungsi utama zat besi membantu membawa oksigen dalam hemoglobin sel darah merah ke seluruh tubuh. Berkat bantuan zat besi, sel-sel dalam tubuh bisa menghasilkan energi.

Fungsi zat besi lainnya adalah membantu tubuh membuang karbondioksida.

Ketika kadar zat besi dalam tubuh terlalu rendah, produksi sel darah merah terhambat. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen.

Tanpa oksigen yang cukup, tubuh mudah lelah.

Kelelahan ini bisa menghambat fungsi otak hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, zat besi juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sel, kulit, rambut dan kuku.

Mengingat pentingnya fungsi zat besi bagi tubuh, pastikan kebutuhan zat besi tercukupi setiap hari.

Gejala dan bahaya kekurangan zat besi
Berikut beberapa gejala dari orang yang kekurangan zat besi:

  1. Merasa lelah dan selalu merasa lelah

Tubuh menggunakan zat besi untuk membentuk hemoglobin, sel dari darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Jika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah.

Anda akan merasa lelah dan lelah terus menerus, karena asupan oksigen dalam tubuh tidak mengalir dengan baik.

  1. Ada kalanya Anda merasa sulit bernapas

Jika tubuh tidak bisa membawa oksigen dengan lancar ke paru-paru, Anda akan kesulitan bernapas, setidaknya butuh tenaga lebih untuk bernapas.

Kadar zat besi yang rendah memang akan membuat Anda sedikit kesakitan, karena tubuh Anda terasa tidak nyaman.

  1. Tampak pucat

Apakah orang-orang di sekitar Anda terus menerus meminta Anda untuk beristirahat, karena wajah Anda terlihat pucat?

Kadar zat besi yang rendah adalah penyebabnya.

Selain itu, jika bibir, gusi, dan bagian dalam mata Anda tidak terlihat merah seperti biasanya, Anda mungkin mengalami kekurangan zat besi.

  1. Sering sakit

Padahal, kekurangan zat besi akan sering membuat tubuh terasa dingin.

Hasilnya menunjukkan bahwa kekurangan zat besi memengaruhi sistem kekebalan Anda, yang membuat tubuh Anda lebih rentan terhadap virus dan infeksi.

  1. Jantung berdebar-debar

Anda merasakan jantung Anda berdetak tidak teratur atau berdebar-debar selama beberapa detik atau hingga beberapa menit.

  1. Keinginan untuk makan sesuatu yang bukan makanan

Ini mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi ini adalah salah satu tanda yang lebih jelas bahwa tubuh Anda kekurangan zat besi.

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, tubuh seolah mencari berbagai sumber, termasuk yang tidak bisa dikonsumsi, seperti cat atau tanah liat.

Hal ini sering terjadi pada wanita hamil yang kadar zat besinya umumnya menurun.

Mengapa seseorang kekurangan zat besi?

  • Sedang dalam masa menstruasi:

Kehilangan banyak darah saat haid sangat berisiko mengalami penurunan kadar zat besi dalam tubuh.

  • Tubuh tidak menyerap zat besi dengan baik:

Gangguan pencernaan, seperti kolitis, dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi.

Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antasida juga akan berpengaruh.

  • Anda seorang vegetarian:

Kekurangan konsumsi protein hewani membuat tubuh tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup.

Kebutuhan zat besi per hari
Kebutuhan zat besi setiap hari bisa berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.

Bayi dan balita membutuhkan lebih banyak zat besi daripada orang dewasa.

Pasalnya, tubuh mereka masih dalam masa pertumbuhan.

Menginjak usia remaja, kebutuhan zat besi wanita semakin meningkat karena mereka mengalami menstruasi setiap bulan.

Begitu menopause, kebutuhan wanita akan zat besi setiap hari juga menurun, seiring berakhirnya siklus menstruasi.

Kondisi kesehatan tertentu seperti wanita hamil dan menyusui, vegan, penderita gangguan pencernaan, penyakit asam lambung, penyakit ginjal, dan orang yang melakukan olahraga intens membutuhkan lebih banyak zat besi.

Meluncurkan Healthline, berikut rincian kebutuhan zat besi per hari berdasarkan usia dan jenis kelamin:

Bayi 0-6 bulan: 0,27 miligram

Bayi 7-12 bulan: 11 miligram

Anak 1-3 tahun: 7 miligram. Anak-anak 4–8 tahun: 10 miligram

Anak-anak 9-13 tahun: 8 miligram

Laki-laki 14-18 tahun: 11 miligram

Wanita 14-18 tahun: 15 miligram

Laki-laki 19-50 tahun: 8 miligram

Wanita 19-50 tahun: 18 miligram

Orang di atas 51 tahun: 8 miligram

Wanita hamil: 27 miligram Ibu menyusui: 9 miligram

Makan makanan sehat
Penuhi kebutuhan zat besi Anda dengan mengonsumsi makanan sehat yang mengandung zat besi, seperti daging merah, ikan, ayam, bayam, kangkung, kacang-kacangan, telur, dan susu.

Selain itu, mengonsumsi vitamin C akan memudahkan tubuh dalam menyerap zat besi.

Faktanya, sebuah penelitian melaporkan bahwa mengonsumsi sedikit vitamin C akan meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi hingga tiga kali lipat.

Sumber vitamin C yang bisa dikonsumsi, seperti kembang kol, brokoli, tomat, dan jus lemon.

Namun untuk konsumsi suplemen zat besi, sebaiknya konsultasikan dulu kebutuhan zat besi Anda dengan dokter.

Pasalnya, pada sebagian orang, konsumsi suplemen zat besi menyebabkan sembelit.

Konsumsi makanan alami untuk meningkatkan kadar zat besi tampaknya akan lebih menyehatkan tubuh Anda

Facebook Comments