IHSG Anjlok, OJK Bolehkan Emiten Buyback Saham

1
280
IHSG Anjlok, OJK Bolehkan Emiten Buyback Saham
IHSG Anjlok, OJK Bolehkan Emiten Buyback Saham

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak pasar saham nasional. Lembaga ini mengeluarkan semua emiten atau perusahaan publik untuk membeli kembali (repurchase) melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

Langkah ini merupakan upaya untuk memberikan stimulus untuk meningkatkan pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Situs IDN Poker Terbaru 2020

Ketentuan ini diuraikan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3 / SEOJK.04 / 2020 tanggal 9 Maret 2020, tentang Ketentuan Lain sebagai Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan dalam Implementasi Pembelian Kembali Saham yang dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

“Mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dari awal 2020 hingga hari ini 9 Maret 2020 melanjutkan perubahan signifikan yang ditunjukkan dari penurunan CSPI sebesar 18,46 persen,” kata Wakil Komisaris untuk Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangannya, Senin (9) / 3/2020). Situs Betting Terpercaya

Dia mengatakan jika ini terjadi seiring dengan perlambatan dan tekanan ekonomi global, regional dan nasional sebagai akibat dari wabah COVID-19 dan penurunan harga minyak dunia.

“Untuk alasan ini, OJK telah mengeluarkan kebijakan untuk membeli kembali saham yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik,” lanjutnya. Ovopoker

Pembelian kembali saham oleh emiten atau perusahaan publik di pasar yang berfluktuasi secara signifikan, dilakukan dengan bersantai sebagai berikut:

Pembelian kembali dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu mendapatkannya dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10 persen dari modal disetor dan paling banyak 20 persen dari modal disetor, dengan ketentuan bahwa setidaknya saham yang diterbitkan adalah 7,5 persen dari modal disetor.

Wabah Corona Goncang Pasar Saham Dunia, IHSG Ditutup Merosot 6,58 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada awal perdagangan minggu ini. Dalam perdagangan hari ini, IHSG terus berada di zona merah dan bahkan turun.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (3/9/2020), IHSG ditutup turun 361,73 poin atau 6,58 persen menjadi 5.136,80. Sementara itu, indeks saham LQ45 turun 8,26 persen menjadi 813,75.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi di level 5.364.60 dan terendah di 5.133.15.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total jumlah perdagangan saham adalah 524.607 kali dengan volume perdagangan 7,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sebesar Rp 9,1 triliun.

Investor asing membeli IDR 431 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp14.393.

Dari 10 sektor yang membentuk IHSG, semua berada di zona merah. Pelemahan tersebut dipimpin oleh berbagai sektor industri yang lemah, 9,42 persen. Diikuti oleh sektor keuangan yang turun 7,19 persen dan sektor industri yang turun 7,35 persen.

Saham-saham melemah hingga IHSG terjebak hanya oleh MMLP, yang naik 34,55 persen menjadi Rp 108 per saham, OCAP turun 26,39 persen menjadi Rp 106 per saham dan IPCC naik 24,78 persen menjadi Rp 346 per saham.

Penguatan saham termasuk ESTA, yang naik 70 persen menjadi Rp 204 per saham, BESS naik 69,52 persen menjadi Rp 178 per saham dan LPLI naik 31,48 persen menjadi Rp 71 per saham.

Facebook Comments

1 COMMENT

Comments are closed.