Puluhan Pelajar Terinfeksi Corona saat Sekolah Tatap Muka Di buka, Ini Kata Ganjar Pranowo

0
98
Puluhan Pelajar Terinfeksi Corona saat Sekolah Tatap Muka Di buka, Ini Kata Ganjar Pranowo
Puluhan Pelajar Terinfeksi Corona saat Sekolah Tatap Muka Di buka, Ini Kata Ganjar Pranowo

Puluhan siswa SMP di Jepara terjangkit virus corona, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tegas. Bandar Togel Terbaik 2020 Jitu Seratus

Di beberapa daerah, pembelajaran tatap muka telah dibuka kembali.

Namun, ternyata hal ini menimbulkan masalah baru karena ada cluster untuk penyebaran Covid-19.

Sejumlah siswa SMAN 1 Indrapuri, Aceh Besar mengambil buku dari sekolahnya, Senin (13/7/2020) Di hari pertama masuk sekolah belum ada yang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. dan masih dilakukan dari rumah secara online atau dalam bentuk lain memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki secara optimal karena kasus COVID-19 di Aceh masih tinggi. (SERAMBI INDONESIA / HENDRI)

Sejumlah siswa SMAN 1 Indrapuri, Aceh Besar mengambil buku dari sekolahnya, Senin (13/7/2020). semua sumber daya yang dimiliki secara optimal karena COVID-

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh sekolah yang tergolong klaster ditutup untuk penyebaran Covid-19.

Hal tersebut menanggapi adanya puluhan siswa SMP di Kabupaten Jepara yang tertular Covid-19 usai mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Nah, kita ora harus kerja keras (tutup enggak usah lama-lama). Nanti kita kasih kesempatan buka, tapi kalau begitu tutup saja lagi,” kata Ganjar usai rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di ruang rapat Kantor Gubernur, Selasa (12/1/2020), dalam keterangannya kepada Tribunjateng.com. Bandar Online Terbesar dan terpercaya Ngamen Togel

Dengan adanya pembagian kasus di sekolah tersebut, pihaknya juga akan melakukan evaluasi.

Jika kemudian ditemukan hal serupa, tindakan tegas akan diambil dengan menutup sekolah agar tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Kami juga akan evaluasi, jika ada yang mendekati. Tidak perlu ragu,” ucapnya.

Ganjar menjelaskan, rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan pada Januari 2021 akan tetap menggunakan aturan dan mekanisme yang ada untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Januari tidak berarti kemerdekaan. Belajar masuk dengan bebas, ya tidak. Kami harus selektif, “jelas Ganjar.

Tak hanya sekolah, ia juga mengancam akan menutup objek wisata yang tidak bisa dikelola dengan baik di tengah pandemi.

“Pariwisata, kalau pengelolaannya seperti itu akan ditutup. Kondisinya seperti ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan pendataan kasus Covid-19 ada perbedaan antara provinsi dan pusat. Bandar Togel Terpercaya 2020 Togel Seratus

“Saya menjelaskan kemarin,” katanya.

Untuk saat ini, lanjut Yuli, cluster terbanyak penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah adalah cluster keluarga.

Namun, sudah ada lebih dari 70 ribu tes PCR.

“Cluster tertinggi adalah cluster keluarga. Hingga saat ini uji PCR sudah mencapai lebih dari 70 ribu 10,3 persen (positivity rate),” ujarnya.

Yulianto Prabowo sebelumnya mengatakan ada kekeliruan merilis data dari Satgas Covid-19 terkait penambahan kasus positif di Jawa Tengah.

Penambahan kasus aktif di Jawa Tengah sebanyak 2.036 berdasarkan data Satgas Covid-19 pada Minggu.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Padahal di hari yang sama, Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat jumlah kasus tambahan hanya 844 kasus.

“Ini mengejutkan kita semua. Jumlahnya sangat berbeda dengan data kita yang hanya bertambah 844,” kata Yulianto, Senin (30/11/2020).

Setelah ditelusuri, lanjutnya, ternyata data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 pusat ada dua kali lipat, yakni 519 data.

“Untuk temuan 519 yang merupakan data ganda, ada satu nama yang ditulis hingga empat hingga lima kali sehingga total data yang menjadi ganda adalah 694 kasus. Datanya muncul saat dirilis Minggu lalu,” jelasnya.

Yulianto mencontohkan, data ganda terjadi di Kendal.

Dalam rilis pusat, satu nama pasien ditulis lima kali.

Tak hanya data ganda, Yulianto juga menemukan banyak kasus lama yang masuk dalam pelepasan Satgas Covid-19 pada 29 November lalu.

Pihaknya menemukan ada data kasus dengan 75 nama yang sudah dirilis pada pekan sebelumnya, yang dirilis Minggu lalu.

Sehingga satu nama disebutkan dalam dua rilis data.

Dari data itu, ternyata Juni lalu banyak data yang sudah diinput.

Jadi, dari 2.036 tambahan kasus yang dirujuk Satgas Covid-19 ternyata datanya dua kali lipat. Apalagi kasusnya sudah lama, bahkan beberapa bulan lalu baru dirilis kemarin, katanya. .

Terkait masalah ketidaksesuaian data, Yulianto mengaku sudah berkali-kali berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Pusat.

Tujuannya agar data yang ada bisa sinkron sehingga tidak membuat masyarakat resah.

“Kami terus berkomunikasi dengan pusat terkait perbaikan data ini. Kami minta pusat hanya mengambil datanya di website kami, corona.jatengprov.go.id karena sudah pasti benar. Ini saran yang kami sampaikan ke pusat. , sehingga menjadi perhatian, ”ujarnya.

Ganjar Pranowo juga meminta masyarakat tidak khawatir dengan rilis data peningkatan kasus positif Covid-10 di Jawa Tengah yang dirilis pemerintah pusat.

Ia mengatakan, masyarakat bisa mengakses data kasus Covid-19 melalui situs https://corona.jatengprov.go.id.

Karena teman-teman selalu update datanya, Pemprov secara terbuka mengkomunikasikannya ke publik melalui situs resminya, ujarnya.

Ganjar juga membenarkan adanya perbedaan data antara pemerintah pusat dengan provinsi yang dipimpinnya.

Untuk itu, pihaknya sedang mengerjakan sinkronisasi data.

“Bagian data Dinkes selalu berkomunikasi dengan pengelola data di Kementerian Kesehatan dan Satgas agar rilis data tidak terlalu berbeda jauh,” imbuhnya. (*)

Facebook Comments