BCL Masuk Daftar Penerima Vaksin COVID-19 Pertama di Indonesia, Manager BCL : Untuk Negara, Kami Siap

0
134
BCL Masuk Daftar Penerima Vaksin COVID-19 Pertama di Indonesia, Manager BCL : Untuk Negara, Kami Siap
BCL Masuk Daftar Penerima Vaksin COVID-19 Pertama di Indonesia, Manager BCL : Untuk Negara, Kami Siap

Daftar penerima pertama vaksin Covid-19 rupanya sudah dirilis.

Kabarnya ada nama Bunga Citra Lestari di daftarnya.

Ia termasuk salah satu tokoh masyarakat yang masuk dalam daftar penerima pertama vaksin Covid-19 di Indonesia. Situs Alternatif Perkasa Jitu

Beredarnya informasi ini, Manajer BCL, Dodi, buka suara.

Dia bilang dia belum tahu.

Dodi mengaku belum mendapat konfirmasi langsung dari artis tersebut.

BCL, masuk dalam daftar penerima pertama vaksin Covid-19 (Instagram @bclsinclair)


“Saya masih konfirmasi,” tulis Dodi melalui keterangan singkat kepada Kompas.com, Jumat (8/1/2021).

Meski begitu, jika ditujukan untuk negara, kata Dodi, BCL siap menerima vaksin tersebut.

“Tapi kalau untuk kepentingan negara dan mendampingi presiden, kami siap,” imbuh Dodi.

Selain BCL, ternyata ada artis dan influencer lain seperti Raffi Ahmad dan dokter Tirta Mandira Hudhi atau Dr. Tirta.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

Melansir Kompas.com, Nadia menyebut informasi yang memuat nama-nama itu bukan rilis resmi Kementerian Kesehatan.

“Slide tersebut bukan rilis resmi dari Kementerian Kesehatan ya. Informasi ini belum bisa dijadikan acuan karena hingga saat ini pelaksanaan dan angka-angka yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 pertama masih dalam tahap pembahasan, kata Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (8/1/2021). Situs Alternatif Ngamen Jitu

Selain itu, dia menegaskan saat ini pemerintah masih menunggu keluarnya izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM.

Karena itu, Nadia meminta semua pihak tidak mengacu pada informasi yang beredar.

“Kami tentu meminta semua pihak untuk tidak merujuk dan menyebarluaskan informasi ini, dan menunggu informasi resmi terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” kata Nadia.

Dikutip dari informasi yang beredar, jadwal penyuntikan pertama vaksin Covid-19 akan dilakukan pada 13-15 Januari 2021.

Seorang petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020).

Acara simulasi vaksinasi tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar. Surya / Ahmad Zaimul Haq (Surya / Ahmad Zaimul Haq)
Pada 13 Januari, suntikan vaksin akan ditujukan pada tiga kelompok, yaitu:

Kelompok 1, terdiri dari pejabat publik:

Presiden Joko Widodo termasuk dalam kelompok pertama yang disuntik vaksin covid-19.

Kemudian ada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Idham Azis, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo , dan Kepala BPOM Penny Lukito.

Kelompok 2, yaitu pengurus asosiasi profesi dan pemimpin opini kunci kesehatan.

Dalam daftar itu ada Ketua IDI Daeng M Fakih, Ketua PPNI Harif Fadilah, Ketua PP IBI Emi Nurjasmi. Situs Alternatif Ngamen togel

Pakar vaksin milenial Dirgayuza Rambe, JUGA Ketua Commad Center Muhammadiyah Covid-19 Agus Syamsuddin, Ketua Satgas Peduli Covid-19 NU Muhammad Makky Zamzami, Najwa Shihab, dr Tirta, Bunga Citra Lestari, dan Raffi Ahmad.

Kelompok 3 adalah pemuka agama

Terdaftar adalah Ketua PBNU Marsudi Syuhud, perwakilan Muhammadiyah, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ustaz Das’ad Latief, perwakilan organisasi Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

Kemudian pada tanggal 14 dan 15 Januari juga terdapat tiga kelompok yang akan disuntik vaksin, yaitu:

Kelompok 1 adalah pejabat publik setempat: gubernur, kepala dinas kesehatan, sekretaris daerah, komandan daerah, kapolda, direktur rumah sakit rujukan Covid-19.

Kelompok 2: manajemen asosiasi profesional, petugas kesehatan, dan pemimpin opini kunci untuk kesehatan regional.

Kelompok 3: pemimpin agama daerah termasuk perwakilan NU, Muhammadiyah, perwakilan organisasi Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.

Facebook Comments